Kategori: Pergaulan

Jenguk Teman Sakit, Tambah Bersyukur

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi salah seorang teman saya yang sedang dirawat di salah satu Rumah Sakit di Yogyakarta. Dia adalah salah satu Senior Resident di asrama mahasiswa UMY yang saya tempati.

Saya dan beberapa  teman dari asrama berencana menjenguk menggunakan sepeda motor selepas sholat maghrib. Sampai di Rumah Sakit kami menunaikan sholat isya sebelum menuju kamar teman saya ini. Teman saya dirawat di Paviliun Ayodya, wew saya mendengar nama paviliun sudah membayangkan berapa biaya menginap permalamnya.

Tidak seperti ketika saya pernah ke Kelas 3 sebuah Rumah Sakit yang ramai. Sepanjang lorong di paviliun ini sepi, hanya ada beberapa orang yang duduk-duduk diteras kamar. Sayang sekali saya mendapati dua orang bapak yang dengan santai merokok ditengah-tengah lorong. Ingin sekali rasanya saya menegur mereka, tapi tidak jadi karena memang saya sepertinya tidak menemui tulisan “dilarang merokok”.

Masuk ke ruangan Ayodya, di papan nama tertulis nama teman saya dan kamarnya, kami langsung menuju kamar dengan nomer tersebut. Sebuah kamar dengan fasilitas yang menurut saya wah. Konsentrasi saya untuk menjenguk teman saya ini ternyata tergantikan dengan fasilita yang ada di Rumah Sakit ini. Ditambah teman saya menanyakan kira-kira berapa biayanya?

Hlaa… sebenarnya saya membicarakan apa?

Saya sadar ternyata sakit itu mahal, mungkin ini dulu yang juga pernah saya pikirkan dan ramai bahwa “orang miskin dilarang sakit”. Akhirnya,¬†Saya yang cuma terkena pilek saja sudah lemes, tidak berani periksa ke Rumah Sakit karena takut biayanya mahal. Cukup dengan kerokan, beli obat di warung, tapi ternyata hampir dua minggu batuk tak kunjung sembuh.

Yang ternyata juga banyak mengeluarkan uang juga, padahal biasanya kalau beli bakso juga g pernah dihitung-hitung ha ha. Tapi dengan menjenguk teman saya yang di rumah sakit ini, kemudian saya berpikir, dengan fasilitas seperti itu berarti saya harus bersyukur diberi kesehatan yang nilainya tak pernah bisa dihitung dengan rupiah.

Ya, nikmat sehat itu memang harus disyukuri. Karena seperti yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa dua nikmat yang sering dilupakan oleh manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang. Ketika pilek saja, kegiatan saya terganggu, bagaimana misal saya opname di Rumah Sakit, janganlah. Maka dari itulah mari kita jaga kesehatan kita agar kita bisa menggunakan waktu dengan baik. 

Pentingnya Meminimalisir Pertemanan di Facebook

Ada sekitar 800 teman di facebook saya yang saya pikir tidak ada seratus yang benar-benar aktif berfacebook. Atau memang benar apa yang dikatakan teman saya bahwa tidak semua pembaruan dari teman-teman di facebook saya itu masuk di dinding saya.

Seperti update status dari mereka misalnya, sepertinya setiap hari yang update status yang masuk ke dinding saya ya orang-orang itu saja, mungkin tidak lebih dari 100 orang. Hal inilah yang akhirnya membuat saya berpikir ulang untuk meminimalisir pertemanan di facebook. Daripada memiliki teman 800 tapi tidak jelas, lebih baik saya kurangi jumlahnya dan saya pilih siapa yang seharusnya berteman dengan saya.

Pernah suatu kali saya mengajak chatting salah seorang teman di facebook, dengan enaknya dia bertanyaIni siapa?”. Rasanya JLEB banget dah, akhirnya saya putuskan saja untuk remove dia dari pertemanan saya, ekstrim memang sepertinya, tapi hal ini menurut saya lebih baik karena pendapat saya teman-teman di facebook seharusnya adalah orang-orang yang jelas kenal dengan siapa saya.

Pernah suatu kali karena tidak enak meremove orang, saya memutuskan untuk membuat akun facebook baru dan saya khususkan hanya untuk orang yang saya temui di dunia nyata. Tapi hal ini ternyata tidak efektif karena saya harus mengurus dua akun sekaligus, akhirnya akun baru itu saya hapus lagi saja.

Solusi akhirnya adalah teman-teman saya yang tidak saya kenal saya remove ketika setiap hari di facebook ada pemberitahuan siapa yang ulang tahun. Dari sanalah saya melihat satu-persatu yang ulang tahun apakah saya kenal atau tidak.

Jika saya kenal saya berikan ucapan selamat, dan bagi yang saya tidak kenal akhirnya terpaksa saya remove dari pertemanan saya. Bukannya saya bermaksud sombong, tapi hal ini saya rasa lebih baik. Jika orang-orang yang saya remove itu masih ingin mendapatkan pembaruan dari saya, status misalnya, mereka masih bisa berlangganan dengan saya, atau bisa like halaman facebook atau facebook fanpage saya.

Oh ya, masih ada lagi, jika setiap hari misal ada yang nge add saya menjadi temannya, itu juga saya seleksi. Jika misal saya tidak mengenalnya sama sekali langsung saya pilih Lain kali. Karena menurut saya meminimalisir pertemanan di facebook itu penting agar kualitas pertemanan di facebook itu jelas. Bagaimana dengan anda?