Kategori: Pengembangan Diri

Pentingnya Pendidikan Berkarakter

Proses pembelajaran yang masih menekankan penguasaan materi dan lebih terlihat lagi adalah target evaluasi yang masih bertumpu pada angka-angka menunjukkan bahwa konsep pendidikan masih berkutat pada peningkatan dimensi kognitif, tapi lemah pada dimensi yang lain, seperti psikomotorik dan afektif.

Bahkan, secara nasional, keberhasilan pendidikan diukur melalui pengujian materi yang hanya berisi aspek kognitif saja. Hal ini terbukti pada pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan pendidikan yang lain, seperti akhlak, kekerasan, belum tersentuh. Ini yang menjadi sebab pentingnya pendidikan berkarakter.

Pendidikan karakter juga belum diimplementasikan dalam kurikulum yang dijadikan acuan dalam kegiatan pembelajaran. Yang ada hanyalah siswa dididik untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan mendapatkan prestasi yang bagus. Akhirnya lulusan yang dihasilkan kurang memiliki karakter yang jelas jadi anda butuh belajar untuk mengenali diri sendiri. Bahkan lulusan yang dihasilkan masih jauh dari yang diharapkan oleh masyarakat, baik dari segi mentalitas maupun moralitas.

Lulusan yang memiliki nilai yang bagus belum tentu memiliki moralitas dan mentalitas yang bagus. Konsep pendidikan yang tidak hanya mengacukepada nilai seharusnya sudah dilaksanakan oleh lembaga pendidikan agar manusia Indonesia memiliki karakter yang jelas. Jangan sampai generasi mendatang sama saja dengan generasi-generasi sebelumnya yang belum sadar terhadap nilai-nilai sosial yang seharusnya dibangun.

Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Pertanyaan yang sebenarnya harus sudah dengan mudah kita jawab….

Karena kita semua tentunya harus mengenali siapa kita sebenarnya. Tapi bagi saya, ternyata pertanyaan ini masih saja membuat saya harus memutar otak untuk menjawabnya. Sebenarnya siapa diri saya sebenarnya, maaf ini bukan masalah saya anak siapa dan darimana, tapi bakat, potensi apa yang sebenarnya saya miliki.

Mungkin jawaban yang saya berikan adalah bahwa saya seorang mahasiswa, tapi apa bangganya seorang mahasiswa. Saya seorang blogger, mikir juga selama ini saya jadi blogger juga asal-asalan. Saya seorang online marketing, hah… serius tuh? Apa yang saya jual coba.. hhmm…. Inilah mengapa kita harus tahu betapa pentingnya mengenali diri sendiri.

Jika kita mau berpikir sekali lagi sebenarnya banyak sekali potensi yang kita miliki. Dari fisik saja misalnya, Alhamdulillah saya dianugerahi fisik lengkap dan berfungsi dengan baik. Tangan saya bisa saya gunakan untuk mengetik di blog ini kemudian anda membacanya, mata saya juga tidak perlu menggunakan alat bantuan untuk membaca, telinga, dan lain-lain, semua sepertinya masih berfungsi normal.

Potensi intelektual, hhmm,,, apa ya? Saya bisa ngeblog, saya juga bisa membuat tulisan walaupun g mutu, IPK juga tidak jelek-jelek amat. Potensi moral dan spriritual, Alhamdulillah sejak lahir beragama Islam, baca Al Qur’an bisa dong. Dengan segenap potensi itu sebenarnya saya tidak harus mengeluh dan bisa menemukan jati diri saya ya? Tapi lagi-lagi saya harus berpikir apa yang bisa dibanggakan dari diri saya. pfuuh….

Apa ini tanda bahwa saya belum mengenali siapa diri saya? Kalau begitu bagaimana saya bisa menjual diri saya karena kata salah seorang teman saya bahwa personal branding itu penting. Bagaimana saya mengajukan proposal saya misalnya ketika saya akan melamar seseorang untuk saya jadikan pendamping? Ya, mulai hari ini saya harus menggali siapa diri saya sebenarnya. Saya harus bisa menggambarkan diri misalnya ketika ditanya “Gambarkan kepribadian anda melalui seekor hewan” Saya harus sudah siap menjawab kalau diri saya ini seperti singa yang raja hutan, atau tupai yang pandai meloncat, atau bebek yang mudah diatur. 

Lagi-lagi tulisan galau terpaksa menjadi postingan. Mungkin tulisan ini juga jawaban atas PR yang diberikan Jiah Al Jafara yang sejak dulu belum bisa saya kerjakan. Mungkin nanti kalau sudah siap akan sayaa kerjakan. Daan… buat semuanya, kenalilah diri anda, karena saya yakin setiap orang memiliki potensi yang menjadikan dirinya hebat. salam sukses. ha ha 😀